Sebuahkapal karam ditengah laut karena dihantam badai & ombak hebat. Hanya dua orang lelaki yang bisa menyelamatkan diri & berenang kesebuah pulau kecil yang gersang. Dua orang uyang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan. Namun,mereka berdua yakin bahwa tak ada yang dapat dilakukan kecuali berdoa.
Padahal tidak semua kritik dari orang lain merupakan hal negatif. Bisa jadi, kritik dan masukan orang lain bermanfaat untuk pengembangan kepribadian pribadi. Bukan hanya tidak bisa menerima kritik, orang yang mengalami gangguan kepribadian narsistik cenderung untuk merasa depresi dan gangguan mood karena senantiasa menginginkan kesempurnaan.
Dengandemikian orang lain akan merasa bahwa kita adalah teman yang bisa di andalkan. 4. Jangan Memaksa. Please, di paksa itu tidak lah enak. Jangan pernah memaksa seseorang untuk mengikuti apa yang kita mau, hal ini karena akan membuat mereka menjauhi kita. Kita akan di anggap egois, bar-bar, dan apaan sih nih orang.
Namun jika kita mempelajari lebih dalam, ada sisi buruk dari perilaku "savior complex". Savior complex merupakan sebuah konstruksi psikologis dalam diri seseorang yang membuat seseorang merasa harus menolong/menyelamatkan orang lain. Orang yang mengalami savior complex cenderung terobebsi mencari orang-orang yang butuh untuk ditolong
Iniyang sering dialami oleh kita-kita tatkala sudah lama belajar agama. Merasa diri sudah lebih dari orang lain dan lebih paham dari yang lain. Padahal kekurangan kita teramat banyak. Maksiat kecil-kecilan bahkan yang besar masih dilakoni. Ilmu yang telah kita pelajari pun sedikit yang diamalkan. Prinsip yang harus dipegang adalah jangan selalu merasa diri sudah baik, namun berusaha terus
JanganMerasa Lebih Baik dari Orang Lain! Oleh: Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan sal
JanganMerasa Anda Lebih dari Orang Lain, Ini Tipsnya Tanda keegoisan terhadap orang lain ditunjukkan dengan sikap gengsi, atau diartikan juga sebagai kurang bijak diri sendiri melihat orang lain yang lebih baik. Gengsi seharusnya menjadi sikap yang harus disingkirkan karena manfaat negatifnya. Gengsi menyebabkan kita menjadi sosok yang sombong
Diamerasa semua orang gak lebih baik dari dirinya dan gak pantas mengomentari hidupnya. Padahal, bisa jadi kritik yang datang tersebut bertujuan baik dan bukan untuk menjatuhkan. Baca Juga: 5 Gestur Tubuh Ini Bikin Kamu Kerap Dinilai Sombong, Hati-Hati Dijauhi
HH7hXY. Beberapa orang yang memiliki sifat superior memang menyebalkan. Bahkan, mereka merasa mereka yang paling tinggi derajatnya, paling berilmu, paling benar, dan paling-paling gak heran banyak perundungan akhir-akhir ini terjadi. Tidak hanya di sekolah, namun di lingkungan sekitar rumah juga. Tapi sebenarnya, kenapa ya orang bisa merasa lebih superior terhadap orang lain? Baca Juga 5 Pesan Untukmu yang Terlalu Mengandalkan Privilege, Jangan Sombong! 1. Merasa lebih berkuasa ilustrasi sekelompok orang membully ZhangOrang merasa aman dan terlindungi karena ada orang lain yang melindunginya, sehingga ia merasa berkuasa. Namun, karena satu dan lain hal orang yang memiliki sifat superior ini menyalahgunakan keadaan yang ia dapatkan. Ia akan melakukan apa pun seenaknya meskipun itu tidak jarang orang yang seperti ini biasanya suka menindas orang lain. Gak heran juga banyak sekali perundungan dan kekerasan yang terjadi pada orang lain yang memiliki kedudukan lebih rendah di matanya. Jahat banget!2. Insecure melihat orang lain yang lebih baik darinyailustrasi orang dengan paper bag di kelapa payamPerasaan insecure ini memang bisa membuat orang yang memilikinya merasa superior. Meskipun agak kontras, tapi ini fakta. Hal ini dikarenakan karena mereka berusaha untuk kelihatan lebih unggul daripada orang lain agar terbebas dari perasaan rendah perasaan insecure akan mengakibatkan kita lebih merasa inferior dan tidak berani untuk melangkah ke depan. Tapi ada beberapa orang yang insecure ini menjadi lebih superior hanya karena tidak ingin dirinya dilihat sebagai orang lebih rendah dan tidak berharga di mata orang lain. Biasanya, orang dengan tipe seperti ini suka membandingkan hidup dengan orang lain sehingga membuat dirinya tidak merasa Punya self-esteem yang terlalu rendah dan terlalu tinggiilustrasi wanita menutupi wajahnya Allmark Self-esteem yang terlalu rendah maupun tinggi memiliki efek yang negatif. Padahal, dengan porsi yang pas dan sehat bisa membuat kita lebih percaya diri dan secure terhadap diri yang terlalu rendah membuat kita memandang diri kita buruk. Dan agar tidak dipandang rendah oleh orang lain, secara tidak sadar kita berusaha untuk menjelaskan diri kita ke orang lain secara berlebihan. Sayangnya, itu dipandang seperti bualan saja. Sebaliknya, apabila kita memiliki self-esteem terlalu tinggi, akan mengakibatkan kita menjadi lebih malas dan menyepelekan orang lain yang memiliki kemampuan lebih rendah dari kita. Biasanya, kita juga memandang rendah orang lain yang tidak selevel dengan kita. Baca Juga 5 Hal yang Membuatmu Dikira Sombong di Tempat Kerja, Hindari! 4. Punya sifat narsistikilustrasi pria yang sedang senang SammySifat superior biasanya merupakan salah satu indikasi seseorang memiliki sifat narsistik. Bisa jadi juga itu mengacu pada mental disorder, yaitu narcissistic personality disorder NPD. Orang dengan sifat ini akan terlihat percaya diri pada awalnya, namun di saat yang sama ia juga tidak terima kalau ada orang lain yang lebih unggul dari dirinya. Selain itu, ia juga percaya bahwa ia adalah orang yang unik dan berbeda dengan orang juga akan merasa lebih worthy kalau menerima pujian dari orang lain. Mereka juga hidup dari validasi orang lain, sehingga kalau dirinya tahu ada orang lain yang lebih baik, ia tidak akan terima. Terkadang, ia juga berusaha untuk menjatuhkan orang tersebut agar tidak Berusaha menutupi kekurangannyailustrasi pria menutupi wajahnya TareqPernah gak kalian bertemu dengan orang yang membual tentang dirinya sendiri? Agar bisa diakui, ia berusaha meyakinkan orang lain. Padahal, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini dan kita juga tidak perlu repot-repot untuk berusaha menjelaskan siapa dan bagaimana diri kita di depan orang lain. Orang yang seperti itu tidak yakin dengan dirinya sendiri sehingga ia berusaha untuk menjelaskan keunggulan dirinya tanpa diminta. Mereka membanggakan dirinya sendiri karena merasa inferior dan tidak yakin dengan kemampuan dirinya sendiri. Don't tell, just show yourself itu adalah alasan beberapa orang merasa dirinya lebih superior terhadap orang lain. Kalau kalian menemui orang yang seperti ini, apa yang akan kalian lakukan? Baca Juga 5 Kalimat Tamparan untukmu yang Merasa Superior, Jangan Sombong! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Berikut tips cara memandang orang lain agar terhindar dari perasaan sombong, ujub, dan merasa lebih baik, yg termuat dalam Kitab Syarh Ratibul Haddad; ﻓﺎﻥ رأيت ﺻﻐﻴﺮﺍ ﻗﻠﺖ ﻫﺬﺍ ﻟﻢ ﻳﻌﺺ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻧﺎ ﻗﺪ ﻋﺼﻴﺖ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺍﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ . Jika engkau melihat anak kecil, maka ucapkanlah dalam hatimu, “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya, maka tidak diragukan lagi bahwa anak ini jauh lebih baik dariku.” ﻭﺍﻥ رأيت ﻛﺒﻴﺮﺍ ﻗﻠﺖ ﻫﺬﺍ ﻗﺪ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺒﻠﻰ ﻓﻼ ﺷﻚ ﺍﻧﻪ ﺧﻴﺮ ﻣﻨﻲ . Jika engkau melihat orang tua, maka ucapkanlah dlm hatimu, “Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, maka tidak diragukan lagi bahwa dia lebih baik dariku.” ﻭﺍﻥ رأيت ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻗﻠﺖ ﻫﺬﺍ قد أﻋﻄﻲ ما لم أعط وبلغ ما لم أبلغ وعلم ما جهلت فكيف أكون مثله Jika engkau melihat orang yg berilmu, maka ucapkanlah dlm hatimu, “Orang ini telah diberi ilmu yg mana saya belum diberi, orang ini telah menyampaikan ilmu apa yg belum saya sampaikan, dan ia telah mengetahui apa yg tidak saya ketahui, bagaimana mungkin saya sama dengannya? apalagi saya lebih baik darinya?” ﻭﺍﻥ رأيت ﺟﺎﻫﻼ ﻗﻠﺖ ﻫﺬﺍ قد ﻋﺼﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺠﻬﻞ ﻭﺍﻧﺎ ﻋﺼﻴﺘﻪ ﺑﻌﻠﻢ فحجة الله علي آكد ﻭﻻ أﺩﺭﻱ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻰ ﺍﻭ ﺑﻤﺎ ﻳﺨﺘﻢ ﻟﻪ . Jika engkau melihat orang yg bodoh, maka katakanlah dalam hatimu, “Orang ini bermaksiat kepada Allah karena dia bodoh tidak tahu, sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak.” Syaikh Ibnu Atha’illah as-Sakandari qs. dalam Hikamnya mengatakan من أثبت لنفسه تواضعا فهو متكبر حقا “Barang siapa telah menetapkan/menyatakan dirinya telah tawadhu’, maka ia adalah orang takabbur yg sesungguhnya.” ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ
Beberapa dari kita mungkin punya hidup yang menyenangkan dan bahagia. Pendidikan yang bagus, keluarga yang harmonis, finansial yang cukup, hubungan dengan Tuhan dan dengan manusia yang sangat baik, dan lain sebagainya. Semua kelebihan tersebut terkadang bisa menyesatkan kita dan membuat diri kita berpikir dengan cara yang hal baik yang terjadi di hidup kita, harusnya membuat kita menjadi lebih rendah hati. Sayangnya, sebagian orang justru menjadi jemawa dan merasa dirinya lebih baik dibanding orang lain. Hati-hati, perasaan semacam ini bisa membawa lima dampak negatif berikut ke hidup kita. 1. Kita akan jadi orang yang sombongIlustrasi orang berdebat productionKetika sering merasa diri ini lebih baik dibandingkan orang lain, pastinya rasa sombong perlahan mulai merasuk. Awalnya kita mungkin gak merasakan perasaan sombong tersebut. Tanpa sadar, cara bicara kita dan cara kita memperlakukan orang lain pun mulai merasa gak selevel dengan orang lain, kita mulai congkak dan enggan membaur. Perasaan rendah hati yang dipelihara sejak kecil pun jadi hilang entah ke mana. 2. Mudah sekali meremehkan orang lainilustrasi sahabat bertengkar SummerMeremehkan orang lain pun jadi semakin mudah kita lakukan akibat merasa diri lebih baik. Kita menganggap gak ada orang yang lebih kaya atau lebih sukses ataupun lebih pandai dibanding kita. Tolak ukur kita yang hanya bersandar pada diri sendiri, membuat kita merasa orang lain gak sebaik diri kita jadi sering menyalahkan keputusan orang lain, menganggap sepele masalah yang mereka punya, dan lain sebagainya. Sudah jelas, ini akan membuat kita semakin dijauhi dan gak disukai orang lain. Baca Juga 5 Tips Menghadapi Anak yang Memiliki Sifat Sombong, Catat Caranya! 3. Cenderung mengotak-kotakkan orang lain Ilustrasi orang berdebat studioBerdasarkan kelasnya, kita mulai mengotak-kotakkan orang lain. Kita merasa si A ada di kelas yang setara dengan kita, si B berada jauh di bawah kita, dan seterusnya. Kemudian kita pun mulai mencari-cari alasan untuk menjauhi orang-orang tertentu yang dianggap gak ini akan membuat relasi kita berkurang. Bahkan bukan gak mungkin kita jadi menyeleksi orang-orang yang sebenarnya tulus menyayangi dan memperhatikan Menganggap sepele masalah yang dialami orang lainilustrasi pasangan bertengkar ProductionsBerikutnya, kita juga akan mudah menyepelekan masalah yang dialami orang lain. Kita merasa lebih hebat dan lebih tangguh karena pernah punya masalah yang lebih berat. Parahnya lagi, ini membuat kita kehilangan empati terhadap orang cara orang tersebut dalam menyelesaikan masalahnya, bisa dengan mudahnya kita hakimi. Seolah kitalah yang paling benar dalam mengambil Selalu membandingkan diri dengan siapa punIlustrasi wanita mengobrol AnHanya agar kita merasa lebih baik, kita terus membandingkan diri dengan siapa pun. Mereka yang lebih sukses, kita anggap gak punya hubungan seharmonis keluarga kita. Sementara mereka yang kelihatan lebih good looking, kita menghakiminya dengan menganggap mereka kurang cerdas. Serta masih banyak contoh pun yang dialami oleh orang lain, kita merasa diri inilah yang paling sempurna. Hingga pada akhirnya kita lupa untuk memperbaiki diri dan berusaha untuk terus menjadi sosok yang lebih baik bukan berarti kita harus menjadikan diri kita sebagai yang paling baik. Ada kalanya, kita juga perlu mengakui kelebihan orang lain demi membuat diri kita lebih termotivasi. Setuju, kan? Baca Juga 5 Risiko Berteman Dekat dengan Seseorang yang Punya Sifat Sombong IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.