Yuksimak puisi hujan yang berwarna hitam Meninggalkan lembaran-lembaran hidup yang kini berwarna hitam. Tinggal di Jakarta dan singgah di akun faiz_mao. Cerahnya sinar pagi ini ternyata tidak bisa menutupi gelapnya kehidupan. Cek juga yang dan puisi hujan yang berwarna hitam Sungailiat 16 April 2020. Puisi Tentang Mendung hitam 3 Bait 6 Baris
Berwarnaputih, kelabu, dan terkadang hitam. Warna-warna yang membuat menawan. Lapisan tanah senantiasa becek dan berwarna coklat setiap hujan reda. Tanahku sekarang menjadi abu. Apakah anda sudah memahami pengertian puisi yang sudah disampaikan di atas? Untuk lebih memahami, berikut adalah beberapa contoh puisi tentang alam:
KumpulanPuisi Alam Terbaik. Angin yang Beralih. Puisi Alam - Telaga di Tepi Desa. Pesona Alam Hijau. Puisi Alam - Mahameru. Angin Dan Kemegahannya. Puisi Alam - Cantikmu di Seberang Nusa. Derai Cemara Udang. Puisi Alam Pendek - Gersang.
PuisiTentang Hewan Untuk Anak SD. Semut Yang Mungil. Engkaulah semut yang mungil, Ukuranmu sangatlah kecil, Berbondong berebut makanan, Untuk melangsungkan kehidupan. Makanan kau bawa ke sarang, Berbondong saling menopang, Meski tubuhmu sangat kecil, Tapi kerjasamamu amat terampil. Kaulah di semut hitam, Selalu berjalan tak suka diam, Jumlahmu
Oleh halley kawistoro Setiap pagi telah tersaji Secangkir kopi hitam di pelataran jendela Menanti sejuk untuk ku seruput Setiap pagi ada sebuah janji Putih dan hitam tidak terbagi Di sebelah warna pelangi pekat setelah mendung tadi Setiap pagi ada secangkir kopi Untuk memberi energi di perjalanan hari Menatap mimpi mengukir harap
PuisiHujan Hujan Terakhir Dalam Ingatan Suara Hujan Hujan Malam Ini Hujan Rintik Hujan Kamu Dan Hujan Aku kira, senja tak akan menjadi indah karena aku tak melihatnya Aku kira, pelangipun tak akan berwarna karena aku tahu hanyalah tinta hitam legam dalam pandangan Dan aku mengira, dawai hujan akan selalu ternada Apakah kau tahu, apa itu hujan?
AviantiArmand Selalu ada langit tak berwarna dan perempuan yang menulis di bawah langit seperti itu. 15 Desember Lampu kristal itu menggantung tidak di tengah ruang. Cahayanya ragu. Di seberang meja, tanganmu yang pucat langsat memberi kode agar tirai-tirai dibuka. Aku beranjak, tapi kamu berbisik, "Tidak sekarang." Di luar, jalan-jalan bercabang seperti argumen yang membosankan.
Entahkepada pendatang luar kota atau mereka yang telah lama menetap. Penjaja menawarkan jas hujan berwarna-warni, seperti kerlap lampu juga kerlip ragam bunyi bersahutan. Ia juga berarti puisi-puisi yang seorang gubah sebagai upaya mengabadikan waktu. Mengenakan kaos hitam, celana hitam melebihi lutut. Sekilas apa yang berharga darinya
aJzzy. Puisi Hujan yang Berwarna Hitam Karya Ahda Imran Hujan yang Berwarna Hitam Hujan yang berwarna hitam adalah hantu yang bersedih dirangkumnya sekalian malam disimpannya ke lubuk perih Jantungnya gelap adalah degup angin ngarai tangis yang sayup. Lambai yang tak sampai-sampai Semata seru di sawang yang beku Hujan yang berwarna hitam adalah hantu yang mengerang tubuhnya sedingin batang pisang dirangkumnya sekalian dendam disimpannya ke lubuk malam. 2013Analisis PuisiBerikut adalah hal menarik dari puisi "Hujan yang Berwarna Hitam" karya Ahda ImranImaji hujan hitam Puisi ini menggunakan imaji hujan yang berwarna hitam sebagai simbol hantu yang bersedih dan mengerang. Warna hitam menggambarkan kesedihan dan kegelapan yang melingkupi malam dan perih Puisi ini menyiratkan bahwa hantu-hantu tersebut menyimpan segala malam dan perih ke dalam lubuk kegelapan. Hal ini menciptakan gambaran tentang bagaimana kesedihan dan dendam dapat tersembunyi dan tertutupi dalam antara jantung yang gelap dan angin ngarai Puisi ini menciptakan kontras antara jantung yang gelap dengan degup angin ngarai. Ini menunjukkan perbedaan antara kegelapan dalam diri hantu dan kekuatan alam yang melambangkan ketidakterdugaan dan yang tak sampai-sampai Dalam puisi ini, terdapat tangisan yang sayup dan lambai yang tak sampai-sampai. Hal ini menciptakan gambaran tentang kehilangan dan ketidakmampuan untuk mengungkapkan perasaan dengan dendam dan kegelapan malam Puisi ini menggambarkan hantu-hantu sebagai perwujudan dendam yang terbungkus dalam kegelapan malam. Hal ini menunjukkan kekuatan emosional dan kesedihan yang muncul dari dalam diri ini menarik karena menggunakan gambaran hujan yang berwarna hitam dan menghadirkan suasana misterius dan gelap. Penggunaan imaji dan simbolisme menciptakan suasana yang intens dan mendalam dalam puisi ini. Puisi Hujan yang Berwarna Hitam Karya Ahda Imran
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Mantra hujan, mantra hujan"Segeralah, rapalkan dengan batinmu yang kuat" serunyaAku terkatup dan menunduk lebih dalamBagaimana bisa mantra hujan aku rapalkanBukankah hari begitu terik dan kepadatan lalu lintas di kepalaku sungguh membuat tumpulIngatan yang bertubi-tubi berjejalan tanpa ada ruang jeda" Sudahlah, rapalkan saja dan lihat bagaimana nanti!" tukasnyaYa, mantra hujanSebentar, aku lihat langitkuMasih saja menyimpan merah tanpa ada titik hujanBagaimana bisa aku merapal mantraTak ada sedikit tanda aku perlu merapalnya segeraAku bersungut memutari halaman rumahMencari tanda lebih terang daripada kilau cahayaAku malah lebih buram menelisik tiap tandaPadahal aku masih harus mencari sebelum sungguh aku merapalnya dengan rela"Oh Tuhan, mengapa kau masih saja bersikukuh tak merapalnya?Apa yang kau tunggu?!Menunggu langitmu terbelah dan terbakarLalu kau turut mengabu dalam kekacauanmu sendiri?Itu yang kau mau?sungguh?!Sudahi, segala retorika dan logika yang hilir mudik seharian ituKau sedang tertipu!"Ia berteriak kencang bagai angin menderuGumanku sekedar debu baginya, mungkin Sebenarnya aku tak perlu menggunakan logika terlalu jauhAtau beretorika kesana kemariBagiku, kewajaran yang diterobos oleh tingkah yang merusakSudah mencukupi terbakarnya langit batinkuLalu agar aku tak sama dengan pelakuAku harus merapal mantra hujan?Begitu?Ya begitulah, mantra hujan hanya untuk meneduhkan langitku sendiriSedangkan bagi pelaku masih ada pintu keluar dari kata maafSungguh absurd! Tapi aku memahami seruanmu, teriakanmuMantra hujan harus kurapalkan segeraAgar aku tak ikut terbakar dalam kobaran dan mengabuMeski sebagai penyaksi terhadap laku yang kejiDan kesewenang - wenangan tingkah yang melukai nuraniAku harus sungguh rela merapal mantra hujanAku ingin langitku turun hujan agar airmataku bisa membanjiri sisi kerinduankuAtas nama kasih sayang, empati, simpati dan kehormatan diriAku merapalnya dengan sungguh-sungguhJauh didalam cangkang malam yang hitamAgar ketika hujan datang, tak ada yang melihat airmataku berwarna merah!Aku rela! Lihat Puisi Selengkapnya
July 18, 2020 Salam hangat dan hormat Sebuah puisi yang ingin saya bagikan bagi anda pecinta puisi dan karya sastra. Kali ini keadaan alam menjadi ide penulisan dalam sebuah Puisi yang berjudul "AWAN HITAM BERPELANGI" Hidup yang kita jalani memang tak selamanya selalu sesuai dengan keinginan dan kehendak kita. Namun, Saat itu akan ada hal yang bisa menjawabnya ketika kita menyadari bahwa alam bukan untuk dilawan, takdir bukan untuk di tolak. Sebuah penerimaan yang harus kita butuhkan berupa Ikhlas dan sabar dalam menjalani kehidupan. Selama Membaca dan Berliterasi. AWAN HITAM BERPELANGI Oleh Halley Kawistoro hembusan angin mulai bergerak menyapa di sela-sela wajah membawa hawa dingin dan sejuk sesekali menusuk tubuh yang lemah. muncul gemuruh di atas langit burung berterbangan sesekali menepi dari kebingungan mata kita pun terpaku menunggu waktu ingin melangkah ia dan diriku hanya seorang diri. sedangkan mereka pun sama terpaku dalam diam karena Tak percaya dan menaruh curiga. Awan hitam menjadi penyebab atas waktu yang terasa membeku tanpa pertemuan dan kehangatan tanpa lagi merasa harus duduk bersama dikarenakan kepentingan yang tak lagi sama. Awan hitam memberi jarak untuk kita berpikir sejenak tentang apa yang akan terjadi esok tentang apa yang akan dibuat nanti sedangkan kita sama-sama tak lagi meniti jalan yang sama dengan semua mencipta ragam berbeda alasan kami akan buat langit berpelangi setelah awan hitam memberi badai dan hujan tanpa lagi perlu kau berterima kasih karena engkau hanya datang untuk menikmati bagi dirimu sendiri. tentang langit berpelangi yang berwarna. seperti yang kau sukai. 18 July 2020 untuk sebuah perjalanan Hidup. semoga suka duka kehidupan yang kalian dan kita semua alami. Akan membawa kebahagian di masa yang akan datang. Kita semua tidak perlu lagi berbicara apa yang pernah dilakukkan. Tetapi, berbicara dan melakukan apapun yang bisa dilakukan. Walau hanya sebuah hal yang tidak penting bagi orang lain. karena apa yang dilakukan akan kembali untuk diri kita sendiri terlebih dahulu dan baru bisa dirasakan oleh orang lain di kemudian waktu dan hari. Kehidupan yang kita jalani pun tak pernah sama dan tak akan sama. kita sudah punya jalan cerita masing-masing dan yang mempertemukan kita mungkin saat alam cerah dan awan hitam tak ada. silahkan kita membuat pelangi masing-masing untuk sebuah kebahagiaan dalam perjalanan kehidupan dan kita akan bercengkerama lagi pada esok dan masa depan. Semoga anda semua pengunjung yang membaca memahami dan menikmati. Hormat Saya Penulis. Halley Kawistoro Seorang Tenaga Pengajar di Sekolah Menengah Pertama yang ingin menyalurkan kemampuan di bidang Menulis dan bermanfaat Bagi Orang Lain