Untukmenuju Basecamp pendakian Burangrang via lokasi Legok Haji, melalui Jl.Sersan Bajuri - Kolonel Masturi - SPN Cisarua - Tugu - Pasir Langu. Jika para pendaki yang melalui jalur Legok Haji anda tidak akan melewati puncak pertama atau yang sering disebut oleh para pendaki Gunung Burangrang ialah puncak Bayangan.Karena puncak bayangan Salahsatunya adalah Gunung Burangrang yang mempunyai ketinggian kurang lebih 2050 Mdpl. Pemandangan yang disajikan disini membuat kamu tak bisa berkedip sedikit pun lho. Diantara beberapa jalur yang ada di Burangrang, kami mencoba melalui Legok Haji yang konon menjadi tempat favorit para pendaki. Alhamdulillahatas ijin Allah SWT.KROCOFAMS bisa melakukan pendakian ke 10 di gunung burangrang.Dengan memiliki ketinggian 2050Mdpl,gunung ini tidak bisa ClimbedBurangrang on Sunday 26.07.20 from Legok Haji. Having heard stories of several un-successful ascents from the Pintu Aingin trailhead from the North-East which passes through the Indonesian Special Forces military training grounds. Nah Areingers. Jalur pendakian gunung Burangrang ini ada 3 jalur, yaitu lego haji, Pos Komando dan Pangheotan. Dimana masing-masing dari jalur ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Jalur pendakian yang paling cepat dari ketiga jalur tersebut adalah jalur Legok Haji. Seperti pada umumnya, jalur yang paling cepat ditempuh pasti memiliki Adapuntujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi aves di kawasan Kaki Gunung Burangrang Via Legok Haji Kabupaten Bandung Barat. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif yang menggunakan desain ponit count, dengan titik pengamatan sebanyak 6 titik pengataman. Hasil daripada penelitian ini yaitu terdapat 11 pesonagunung Burangrang tak kalah dengan gunung yang lain yang ada di indonesia. Disini anda bisa menikmati pemandangan yang indah yaitu disisi utara anda b Iniadalah pendakian kami di gunung Burangrang(Negeri dongeng) dan untuk jalur nya sangat curam dan berat bagi kalian yang baru pertama kali mendaki. Jika su 6s33B. Info Lengkap Pendakian Gunung Burangrang, Summit ke dua di Tanah Bandung Gunung Burangrang merupakan sebuah gunung api mati yang terdapat di bandung, Indonesia. Gunung Burangrang mempunyai ketinggian setinggi meter diatas permukaan laut. Gunung ini merupakan salah-satu sisa dari hasil letusan besar Gunung Sunda di Zaman Burangrang bersebelahan dengan Gunung Sunda. Gunung ini terletak antara perbatasan bandung, cimahi dan purwakarta, serta juga berseberangan dengan gunung tangkuban sukses mencaai summit bandung pertama, yaitu gunung manglayang, Pada tanggal 5 dan 6 November 2016 kemarin, saya dan kakak saya melakukan pendakian ke gunung burangrang via jalur Legok berdua berangkat dari Jakarta dengan menggunakan sepeda motor, karena memang bermaksud untuk mengirit waktu dan biaya meskipun tenaga cukup terkuras selama Burangrang Dan kali ini, Tim Bm akan menceritakan secara mendetail mengenai catatan pendakian gunung burangrang via legok haji, mulai dari transportasi, simaksi, pendakian, hingga estimasi biaya / Perjalanan Jakarta - Legok HajiSeperti sudah diceritakan sebelumnya, kami mengendarai sepeda motor dari jakarta menuju basecamp legok haji yang berada di kecamatan cisarua. Perjalanan kami melalui jalur kosambi curug dan lalu menuju rute yang kami lalui Jakarta - Karawang - Kosambi Curug - Purwakarta - Jl. Raya Purwakarta - Jl. Cihaliwung - Jl. Raya Cimahi - Belok kiri menuju ke Jl. Kolonel Masturi - Setelah sekitar 40 menit ada Sekolah Polisi Negara SPN Cisarua, ambil arah ke kiri tepat di persimpangan SPN Cisarua. Lalu cari jalan menuju tugu, jalannya agak sempit. Tidak lama dari situ, akan sampai di desa Pasir saya lupa menanyakan soal transportasi umum yang bisa digunakan untuk menuju ke kampung legok haji, pasir langu ini. Tapi saya sempat memperhatikan beberapa kendaraan umum yang bisa menuju burangrang, yang terdekat adalah menggunakan kereta api jurusan stasiun Cimahi, Dari situ, naik angkot warna hijau dan minta turun di pertigaan Jl, Kolonel Masturi. Lalu naik angkot warna kuning dengan pintu di belakang, tapi tanyakan terlebih dahulu apakah bisa antar sampai Sekolah Polisi Negara atau bisa, tarifnya sekitar 10 ribu. Dari pertigaan SPN, tidak ada lagi kendaraan umum. Tapi sepertinya masih bisa menumpang truk pengangkut tanah menuju persimpangan tugu. Lalu dilanjutkan menaiki pick up menuju desa pasir langu. Pendaftaran PendakianUntuk mendaki gunung burangrang, belum ada pengelolanya secara resmi. Bahkan basecamp pun tidak ada. Sebenarnya ada beberapa cabang jalur yang bisa ditempuh saat sudah berada di kampung legok sendiri memilih jalur dekat perkebunan cabai, karena memang saat itu saya kurang paham dengan jalur yang biasa digunakan pendaki. Akhirnya saya bertemu dengan satu rumah terakhir sebelum sinilah saya bertemu dengan seorang kakek yang biasa mengantar para pendaki gunung burangrang ke jalur pendakian cepat tanpa melewati tanah mati. Tarifnya Rp. sebenarnya seikhlasnya karena beliau hanya mengantar beberapa puluh meter Pendakian Gunung BurangrangAwal PendakianSetelah kami packing ulang barang bawaan kami, kami langsung diantar kakek tersebut menuju jalur pendakian legok haji. Kami dituntun menuju jalur pendakian yang lebih cepat katanya, karena tanpa melewati jalur tanah setelah sekitar 10 menit berjalan, kami dilepas di sebuah area padang ilalang yang biasa digunakan untuk tempat makan hewan dari padang tersebut, kami berjalan menuju trek berikutnya. Perlu diketahui bahwa di jalur pendakian legok haji ini tidak ada petunjuk arah ataupun penanda POS. Jadi hanya jalan setapak yang sudah ada. Kami sangat berterimakasih kepada kakek tersebut, karena memang di awal trek tersebut beliau mengantar kami, kalau tidak diantar mungkin kami sekitaar 20 menit kami mendaki, tantangan awal pendakian gunung burangrang sudah terasa. Kami ditantang oleh jalur pendakian yang mengharuskan kami berjalan merangkak!Yap, hal itu terpaksa dilakukan karena memang disisi kiri dan kanan ditumbuhi tanaman liar yang berduri tajam yang menjalar sampai ke atas treknya cukup sulit dan menghabiskan waktu yang cukup lama dengan jarak tempuh sekitar 100 meter. Kaos dan tas carrier yang saya gunakan juga sampai robek, juga tangan yang menimbulkan beberapa luka karena terkena duri tanaman lepas dari tantangan pertama, jalur pendakian burangrang selanjutnya tidak terlalu menanjak. Tapi jalanannya tidak ada penunjuk arah sehingga agak sulit untuk mengetahui kemana jalan yang itu, nampaknya gunung ini belum ramai didaki oleh orang. Terbukti sepanjang perjalanan kami mendaki, tidak ditemui satupun pendaki satu jam berlalu, akhirnya kami menemukan tantangan selanjutnya. Trek gunung ini ternyata memang ekstrim, selain harus melalui trek dengan tumbuhan berduri, di trek lainnya pun kami harus menaklukan tanjakan-tanjakan yang berlumut dan miring. Kami cukup kesulitan saat mendaki karena tidak ada bantuan akar pendakian sampai puncak, kami menemui jalanan seperti itu. Waktu tempuh yang kami habiskan adalah 4 jam untuk sampai puncak, sudah termasuk menurut warga setempat, mereka hanya menghabiskan waktu 2,5 jam untuk sampai puncak D. Mungkin karena kami lamban dan banyak istirahat ya DPesona Puncak BurangrangMaaf DSejujurnya, puncak gunung burangrang tidak bergitu bagus dibandingkan dengan gunung cikuray, merbabu ataupun ciremai. Tidak saya temui indahnya berada di atas awan. Hanya saja, pemandangannya sangat enak dilihat dengan tebing-tebing dan bukit-bukit juga danau yang terlihat jelas dari puncak bayangan maupun puncak. Pemandangannya hampir mirip tebing keraton, pendaki yang ingin melakukan tik tok, bisa banget kok. Atau yang ingin menginap, bisa mendirikan tenda di puncak Biaya Mendaki Gunung BurangrangSeperti biasa, kami akan membagikan informasi biaya mendaki gunung burangrang. Biaya ini relatif ya, ini hanya kisaran biaya yang kami keluarkan. Sebagai informasi, kami hanya beranggotakan 2 orang pendaki saja, dan berangkat mendaki dari JakartaLogistik Rp. Bensin sepeda motor Jakarta - Burangrang PP Rp. tinggal dibagi kalau boncengan Biaya simaksi Rp. Tinggal dibagi Makan perjalanan Jkt - Bandung Rp. Nah, itu sedikit penjabaran biaya yang kami keluarkan. Silahkan sesuaikan dengan kelompok anda saja ya Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Mendaki Gunung Burangrang via Legok HajiAda beberapa hal yang kami akan bagikan kepada pembaca yang ingin mendaki gunung yang berada di area Cimahi, Bandung dan Purwakarta 3 Jalur pendakian yang bisa digunakan, yaitu via legok haji, via jalur komando, dan via purwakarta. Tidak ada sumber air selama pendakian, jadi usahakan bawa air secukupnya dan sesuaikan dengan kelompok anda. Saya menyarkan menggunakan kendaraan pribadi saja, karena agak susah mencari kendaraan umum. Mendaki bersama kelompok, karena gunung ini masih sepi pendaki. Jalurnya licin dan berlumut, disarankan menggunakan sepatu gunung yang safety. Menggunakan lengan panjang saat mendaki via legok haji, karena banyak ditemui tumbuhan liar yang berduri. Nah, itu dia sedikit cerita perjalanan kami saat mendaki gunung burangrang. Alhamdulillah selamat sampai tujuan, dan pulang dengan sehat. Ada yang pernah mendaki gunung burangrang? Yuk komentar di bawah Maaf, foto yang diposting sedikit karena memori kamera rusak. Cuma ada beberapa foto selfie ajah pBaca jugaFoto-Foto Keindahan Wisata Alam Tersembunyi di Kabupaten Ponorogo 5 Tipe Pendaki Gunung, Kamu Termasuk Yang Mana? 4 February 2020 0707 — Gunung Burangrang yang terletak di Cisarua, Bandung Utara, Jawa Barat merupakan salah satu destinasi wisata alam yang patut dikunjungi. Gunung dengan ketinggian meter di atas permukaan laut mdpl itu merupakan gunungapi yang sudah tidak aktif lagi. Untuk mendaki ke gunung ini, pendaki bisa melalui jalur pendakian, Pos Komando, Panheotan dan satu jalur favorit yaitu Legok Haji yang disebut sebagai jalur tercepat menuju ke puncak, di mana basecamp pendakian via Legok Haji berada di Desa Nyalindung dengan ketinggian mdpl. Pendaki bisa mendaftar dan menitipkan kendaraan pada warung makan yang dikelola warga sekitar dengan tarif Sementara untuk biaya tiket masuknya, kalian bisa membayar seikhlasnya atau tidak ada tarif khusus. Ketika mulai melakukan pendakian, kalian akan menemukan jalur persimpangan, di mana arah ke kanan menuju ke Curug Cipalasari, dan ke kiri menuju ke jalur pendakian. Adapun kontur jalur pendakian via Legok Haji ini berupa hutan pinus dan semak belukar serta vegetasi hutan padat berlumut. Gunung ini terbilang kurang ramah untuk pendaki pemula, pasalnya trek dari gunung ini terbilang cukup menantang. Disarankan ketika mendaki gunung ini menggunakan celana dan kaos panjang serta penutup kepala, lantaran banyak tanaman berduri tajam dan gatal di trek awal pendakian. Saat di puncaknya, kalian akan disuguhkan pemandangan Gunung Tangkuban Parahu. Di puncak ini juga kalian akan menemukan area kemping yang muat kurang lebih untuk 8 – 10 tenda, namun akses menuju ke area camp berupa kanan-kirinya jurang, jadi perlu berhati-hati. Adapun waktu pendakian menuju ke puncak, bisa dilakoni dengan waktu kurang lebih 3-5 jam, tergantung kondisi fisik dan mental pendaki. Dan untuk waktu tempuh turunnya bisa memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan, jadi gunung ini bisa untuk tek-tok atau kemping. Perlu diketahui, gunung ini memang belum terkelola dengan baik, oleh karenanya belum ada da pos peristirahatan resmi di sepanjang jalur Burangrang. Namun begitu, ada beberapa penunjuk arah ke puncak yang dipasang di beberapa persimpangan agar pendaki tak tersesat. MC/RL Foto dok. Instagram/nurrizqi_28 27 June 2020 0721 dok. Instagram/nurrizqi_28 — Jalur pendakian Gunung Burangrang via Legok Haji resmi dibuka kembali mulai Jumat, 26 Juni 2020. Gunung yang berada di Bandung Utara, Jawa Barat dengan ketinggian meter di atas permukaan laut mdpl itupun menerapkan persyaratan yang harus ditaati oleh para calon pendaki. Mengutip dari akun instagram mt_burangrang, berikut ini beberapa persyaratan yang harus ditaati dan dilengkapi untuk mendaki Gunung Burangrang via Legok Haji di masa kenormalan baru. 1. Wajib memakai masker, 2. Membawa hand sanitizer masing-masing, 3. Membawa surat kesehatan dari Puskesmas, 4. Tidak sedang flu, batuk atau demam, 5. Alat makan dan minum perorangan, 6. Membawa kartu identitas 1 orang 1 identitas, 7. Setiap 1 regu berisi 10 orang, dan jika lebih dari 20 orang diberangkatkan 2 kloter atau lebih, 8. Tenda kapasitas 4 orang untuk 2 orang, 9. Untuk menginap di Basecamp akan dibatasi, 10. Perlengkapan pendakian dan prosedur Basecamp yang sudah ada tetap berjalan. MC/PC